Who
Am I ?
Pada hari ahad pukul 05.00 AM, tanggal 4 Oktober 2018, Aku melihat
digrup angkatan ada sebuah pamflet yang isinya pemberitahuan tentang akan
diadakannya “meet and greet “ ikatan mahasiswa muhammadiyah yang disingkat IMM
yang diadakan dimasjid islamic center yang
merupakan Landmarknya Universitas Ahmad Dahlan (UAD) haha, lokasinya ada
dikampus 4 UAD, yang kebetulan dekat dengan kosanku. Karena rasa penasaran yang
menggelora, disamping itu pula karena tidak ada pekerjaan pada hari itu, Aku
memutuskan untuk pergi ke meet and greet tersebut.
Singkat cerita pergi menuju kegiatan
tersebut, sesampainya dimasjid islamic center, ada perasaan terkejut ternyata
banyak orang yang pada saat itu sedang mengadakan suatu kegiatan juga, bingung
IMM yang mana, kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang
mahasiwa, dan untungnya orang yang ditanya tidak lain adalah anggota dari IMM,
Alhamdulillah dalam hatiku berkata, mungkin ini yang dinamakan pertanda alam,
haha terlalu cepat menyimpulkan. Dan ketika telah sampai ketempat meet and
greet, ternyata yang lain berserta pengurus IMM telah memulai kegiatannya,
disitu Aku merasa sungkan, sebab ada perasaan tidak enak kepada yang lain
dikarenakan keterlambatan ini. Langsung saja disuruh duduk, mereka meneruskan
kembali kegiatannya (perkenalan organisasi IMM), Aku melihat kok yang datang
cuman segelintir orang yang dapat dihitung dengan jari, mungkin dikarenakan
hari weekend ya banyak yang memilh bertamasya dari mengikuti kegiatan ini, kemudian
tidak terlalu memusingkan hal tersebut, kembali fokus mendengakan yang
disampaikan. Kami disuruh perkenalan satu per satu, dan ternyata ada yang satu
provinsi denganku, disitu Aku merasa senang karena ada teman yang satu daerah
denganku, ada satu hal yang terkesan menarik perhatianku, bahwa tiap kali para
senior ataupun yang mereka sebut Immawan dan Immawati pada saat mereka
menyampaikan suatu hal pasti mereka memakai penutup pembicaraan dengan kalimat
bahasa arab yaitu “billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat” itu sangat
berkesan kurasa karena hal ini membuatku ingin lebih tau apa itu IMM.
Pada saat mereka menjelaskan tentang
IMM, Aku tidak terlalu tertarik kenapa demikian, karena orang awam berpikiran
bahwasannya kalau masuk ke organisasi IMM nanti takutnya akan didorong didoktrin
untuk menganut ajaran kemuhammadiyahan, dikeluargaku tidak mengajarkan mau
ajaran muhammadiyah ataupun nahdatul ulama semua sama tetap Islam agama yang
rahmatan lilalamin jadi in the middle ajalah hehe. Disitu saya terus
mendengarkan walaupun tidak tertarik tapi Aku berpikir tujuan datang kesini
ialah agar menjadi tau apa itu IMM, agar tidak langsung berpikiran sempit dan
tidak menstigma seperti sebelumnya. Pada saat sedang mendengarkan penjelasan
mereka, kami disuruh presensi disecarik kertas, tibalah giliranku, Aku melihat
bahwa disitu tertulis disebuah kolom, alasan kenapa anda masuk IMM?, pada saat
itu Aku bertanya kepada mereka, mas mbak, boleh atau tidak, kolom yang itu
tidak diisi!, mereka balik bertanya, kenapa tidak diisi?, kemudian Aku
menjelaskan, tujuan datang kesini adalah untuk memahami mengenal apa itu IMM
maka dari itu kalau untuk masuk kerorganisasi kurasa belum karena belum kenal,
ada pepatah yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang” begitulah pada saat
itu, ingin mengetahui lebih dalam lagi apa itu IMM yang nantinya mungkin bisa
sayang.
Suatu kebetulan lagi bahwa yang duduk disebelahku
saat itu adalah mantan ketua umum organisasi IMM 2016/2017, yang sekarang
disebut sebagai demisioner yang memiliki arti seseorang yang tidak memiliki
kekuasaan atau jabatan lagi karena periodenya telah selesai. Ini kesempatan
yang bagus untukku karena bisa bertanya-tanya tentang Organisasi IMM, seperti
kenapa memilih IMM, apa yang telah didapatkan di IMM selama periode jabatan
sampai selesai periode seperti saat ini dan masih banyak pertanyaan yang
kutanyakan padanya. Dia menjawab kenapa memilih IMM karena ingin mengetahui apa
IMM itu, ternyata jawabannya sama dengan tujuanku datang ke meet and greet ini, Dia menjelaskan disini
memang benar kamu dajarkan kemuhamadiyaan akan tetapi hal itu bukanlah tujuan
satu-satunya dan bukan juga suatu penghalang bagi seseorang untuk berproses
membentuk diri, lagian apa salahnya katanya kalau Kita mempelajari
kemuhammadiyaan toh itu juga Islam yang mengajarkan tentang kebenaran yang
sesuai dengan Al-qur’an dan as-sunnah
dan berpedoman pada perilaku panutan Kita Nabi Muhammad SAW, jadi katanya tidak
apa-apa ikuti saja selama itu tidak melenceng dengan ajaran Islam.
Dalam berorganisasi kamu akan diajarkan
banyak hal dan akan mendapatkan banyak hal seperti lebih mengenal nilai-nilai
keislaman yang sesuai dengan panutan
Kita, melatih kedisiplinan, tanggung jawab, public speaking, jiwa kepemimpinan,
dan akan menambah wawasan Kita, disamping itu juga Kita akan mendapatkan
keluarga baru walaupun berbeda-beda asalnya serta sebagai mahasiswa yang merupakan agent
of change kita tidak hanya harus mempelajari ilmu-ilmu akademik semata (Hardskill)
akan tetapi kita juga harus mempelajari ilmu sosial (Softskill) yang mana
nantinya agar kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan bisa
menyalurkan ilmu yang kita dapatkan semasa perkuliahan. Hal inilah yang melatarbelakangi
yang menjadi sebab musabab kenapa ber-IMM.
Alhasil selang berjalannya waktu, Diriku
mendaftar untuk masuk ke organisasi IMM ini, mengikuti tahap demi tahapnya,
sampai dengan screening (wawancara), alasan masuk IMM dan semua pertanyaan yang
membuat mereka yakin kenapa orang ini harus diterima. Dan pengumuman pun telah
keluar, Aku lulus, disini jadi terpacu untuk mengenal seluk beluk organisasi
ini.
Akan tetapi yang tujuan awal Ku masuk
IMM adalah untuk berproses, membentuk diri, dan mencari jati diri semakin lebih
mengenal IMM tujuan awalpun menjadi terformulasikan untuk bisa
mengimplementasikan tentang kemuhamadiyaan ini, Kupikir ini adalah takdir ALLAH
SWT, kenapa bisa kubilang demikian karena Aku telah diperkenalkan lebih dahulu
kenapa organisasi IMM ini, mungkin jikalau Aku lebih dahulu mengenal organisasi
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mungkin tak menutup kemungkinan Aku akan masuk
kesana. Huehuehue inilah cerita singkat perjalanan kenapa Aku bisa masuk
keorganisasi IMM ini.
“Anggun
dalam Moral Unggul dalam Intelektual”, Fastabiqul Khoirot
( Mari Berlomba-lomba dalam kebaikan).
Memanusiakan manusia.
Komentar
Posting Komentar